Siapa aku?
lagi ku bertanya saat berkaca pada polahku di hari silam.
polahku
pada cinta, yang pernah kuagungkan, ku ejek, kupuja, ku hina, kudamba,
ku enyahkan, kutangisi, kucaci saat sendiri, saat dengannya, saat
bercumbu, saat kupeluk.
polahku pada rasa, yang seharusnya kujaga
dengan kekuatan hidup sepenuh hidup, yang sedianya kupagari dengan
tembok berdawai pelangi.
bagaimana aku perlakukan cinta saat silam. saat berlama lama dengannya. saat dipeluknya, saat merengkuhnya, saat memagutnya.
berpuluh
ribu menit perlakuanku tak lah sepadan dengan apa yang kau suguhkan.
hidangan lezat pembukamu, hidangan utama andalanmu, hingga hidangan
penutup yang penuh aroma manis. tak ada komentar dan kesan aku
menikmati, apalagi sekedar berterimakasih.
ucap maaf yang basi selalu meluncur tanpa refleksi, tanpa perubahan.
siapa aku?
untuk apa kutanya lagi setiap aku bercermin pada tingkah yang senyatanya menyakitkan cinta?
Kamis, 11 Oktober 2012
MEGENANGMU
masih teringat senyum dan candamu,
masih teringat sifat manjamu,
masih teringat sikap tegas dirimu,
masih teringat keluwesan dirimu,
masih terngiang kata-kata manismu,
masih terngiang gelak canda
tawamu dan,
masih terngiang kemarahanmu,
karena kebodohanku..
sekarang semua hanya angan,
sekarang semua hanya asa,
takkan ada lagi tawamu,
takkan ada lagi senyummu,
sakit……perih……….penat
takkan bisa waktu kuputar lagi,
tuk memperbaiki rasa ini,
tuk menarik ego dalam diri,
takkan ada lagi perasaan itu,
takkan ada lagi rasa cinta itu,
ini hanya ego,
dia bukan lagi untukku,
dia bukan tercipta untukku,
dan dia kan hidup bahagia
bersamanya,
selamat tinggal masa lalu,
satu-satunya kenangan bersamamu,
kan ku simpan dalam hati ini,
dan foto wisudaku bersama dengan
dirimu,
semoga kan menjadi pengobat
perasaanku,
selamat jalan masa laluku,
raih hidupmu,
bahagialah dengan pilihanmu.....
Minggu, 07 Oktober 2012
HATI
Siapa yang mengetahui isi hati seseorang? siapa yang dapat
menyelami seberapa dalamnya hati seseorang? Bila kita melihat seseorang
tersenyum apakah dia benar-benar bahagia? bila seseorang menangis adakah itu
bererti dia sedang bersedih? adakah kenyataannya seperti yang kita lihat?
HATI,.... tidak ada seorangpun yang mampu meneka dengan pasti,, Sedalam mananya hati kita sendiri, kadangkala kita tidak dapat memahami apa
yang ada di dalam hati.
Apa yang dilihat di luar belum tentu itu mencerminkan apa
yang ada di dalam hati. Bukan bererti perlu hipokrit tetapi kadang – kadang
orang lain tidak perlu tahu apa yang sebenarnya kita rasakan saat itu. Apabila
kita bahagia tidak perlu kita memperlihatkan kebahagian itu secara berlebihan
kepada orang lain. Ketika kita bersedih tidak perlu juga mereka mengetahui
seberapa sakit yang menimpa kita hingga membuat kita bersedih.
Begitu juga ketika hati kita merasa jengkel, jangan sampai
orang lain kena getahnya. Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allahlah
tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita
mengadu, tempat kita berserah diri. “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan
Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
Waktu ini, disuatu tempat ada hati yang begitu bahagia,
seolah – olah ia ingin tersenyum setiap saat. Ya, di sana ada hati yang berbunga-bunga kerana akan
memiliki apa yang sangat dia harapkan selama ini, dia sedang menunggu hari
besar dalam hidupnya. Saya dapat membayangkan bagaimana hati yang dipenuhi
dengan kebahagiaan, kesenangan dan suka cita.
Tetapi sebaliknya, disini ada hati yang terluka kerananya,
sedih kerana kebahagiaan yang dirasakan olehnya. Tahukah dia bahawa ada hati
yang sakit disaat dia sedang merasakan kebahagiaan yang sempurna? Tahukah dia
bahawa ada seseorang ingin menangis ketika dia tersenyum dan ketawa?
Dalamnya hati siapa yang tahu? senyum kita masih ada, tawa
kita kadang masih terlihat dan gurauan itu juga masih kita berikan kepada
setiap orang di dekat kita, tidak ada yang tahu bahawa disebalik apa yang
mereka lihat dari mimik wajah & tingkah laku kita sebenarnya kita sedang
terluka.
Kita ingin menangis saat itu, tetapi tidak ada yang tahu
tentang itu. Hanya Allah dan kita sahaja yang mengetahui dalam hati, hanya
Allah tempat kita mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah pengubat
sakit & lara hati ini. Hanya dengan mengingat Allahlah kita berusaha
menenangkan hati ini ketika kebahagiaan seseorang merenggut kebahagian kita,
ketika tidak ada seorangpun yang memahami perasaan dalam hati kita.
Subhanallah walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar
walahaulawalaquwataillabil lah rangkaian kalimat ini yang membasahi bibir kita,
menggetarkan hati yang sedang kita pupuk kembali, menemani butiran air yang
menitis dari kelopak mata.
Sabtu, 06 Oktober 2012
Pria atau Wanita yang Paling Egoistik
Apalagi kalau seorang wanita sedang dalam keadaan marah, maka dengan mudah melabeli lelaki dengan “egois”, cuma mementingkan diri sendiri.
Tetapi lelaki pun tidak akan mau merelakan dirinya dicap makhluk egoistis, lelaki juga merasa bahwa sudah berusaha keras memahami wanita.
Di forum detik.com, ada sebuah pertanyaan siapa yang lebih egois antara pria dan wanita. Ini dia beberapa komentarnya :
1. sama egoisnya. Semua manusia diciptakan dengan potensi egoisme yang sama, tergantung bagaimana setiap kita menyikapi ego tersebut. jadi semua bisa jadi orang egois, laki-laki dan perempuan, sama saja…
2. Sama egoisnya, tapi beda jenisnya. Kalo pria tuh egois rasional, kalau wanita egois emosional.
3. semua orang ( pria & wanita )pada dasarnya egois karna mereka semua punya Ego , rata2 dari mereka lebih suka didengarkan daripada mendengarkan, apalagi dalam keadaan ” Tersudut. Egois Gak apa2 sich asal jangan sampai Narsis & Selfish aja…..tapi sebagai Pria otomatis gw pilih Wanita lebih Egois…( Egois banget khan gw..??!! He he.. Tq
Dari ketiga komentar ini, semuanya punya kesamaan, baik pria maupun wanita sama – sama punya ego.
Lantas dari mana cap lelaki sebagai makhluk egois? mungkin hanya mungkin, wanita adalah makhluk yang sisi emosionalnya lebih berperan. Sehingga ketika seorang wanita ada dalam satu hubungan, walaupun bukan hubungan asmara, dan mempunyai kesalahpahaman dengan lelaki, maka disinilah sisi emosional bermain, merasa tidak dipahami, atau dihargai, lalu wanita pun mengecap lelaki itu egois. Padahal sih wanita sebetulnya, tidak kalah egoisnya dengan lelaki.
Sama – sama ingin dihargai, dipahami, didengarkan, pria dan wanita adalah 2 makhluk egois. Hanya cara mengeluarkan ke-ego-annya dan kadarnya, itulah yang berbeda. Seperti salah satu komentar diatas, Pria lebih egois rasional, dan wanita lebih egois emosional. Walaupun secara makna, saya bilang bisa paham apa maksud komentar itu, tapi ya itulah perbedaannya antar pria dan wanita.
Tapi dibalik itu semua, pria dan wanita adalah pasangan yang tak bisa dipisahkan. Mau pria itu egois, wanita tetap butuh pria, pria pun butuh wanita.
BINTANG
Ku tatap langit malam...
tak lagi terlihat bintang...
kadang kau muncul, tapi kadang kau hilang dari pandangan ku...
purnama itu tak lagi bulat penuh...
bintang pun mulai tampak jenuh, bergeser dan redup dr penglihatanku...
bulan yg tak lagi jadi purnama,
ah, kadang aku sungguh membenci...
tapi aku lebih sering merindu dan mencarì2...
semua nya benar seperti fatamorgana...
ku tundukkan tatapanku dr langit malam...karna bulan itu tak lagi purnama,,
bintang yg perlahan hilang, membuat ku kehilangan jln pulang...
perlahan kurasa aku pun hilang...
seperti bintang yg tak kunjung terang...
terlelaplah, karna esok siang tak akan muncul bintang...
tak lagi terlihat bintang...
kadang kau muncul, tapi kadang kau hilang dari pandangan ku...
purnama itu tak lagi bulat penuh...
bintang pun mulai tampak jenuh, bergeser dan redup dr penglihatanku...
bulan yg tak lagi jadi purnama,
ah, kadang aku sungguh membenci...
tapi aku lebih sering merindu dan mencarì2...
semua nya benar seperti fatamorgana...
ku tundukkan tatapanku dr langit malam...karna bulan itu tak lagi purnama,,
bintang yg perlahan hilang, membuat ku kehilangan jln pulang...
perlahan kurasa aku pun hilang...
seperti bintang yg tak kunjung terang...
terlelaplah, karna esok siang tak akan muncul bintang...
5 Ciri-ciri Pria Serius dengan Wanita
Tidak semua pria hanya ingin bermain-main dengan wanita. Jika, saatnya ia telah menemukan gadis yang tepat, maka ia tak segan untuk menjalani hubungan yang serius.
Berikut lima tanda jika si dia ingin menjalin hubungan yang serius:
1. Jika si dia telah memperkenalkan Anda ke teman-temannya apalagi ke keluarganya, bisa dikatakan ia ingin menjalani hubungan serius dengan Anda.
2. Jika ia membicarakan Anda dengan teman atau keluarganya dan berusaha memperkenalkan ke dalam lingkungan dekatnya, maka kabar baik sudah di tangan.
3. Si dia berani untuk membicarakan masa depan dengan Anda dan merencanakan hubungan yang lebih jauh dari saat ini.
4. Dia memperhatikan apa yang Anda suka dan tidak. Selain itu, mencoba menghindari hal-hal yang bisa membuat Anda marah dan gelisah.
5. Dia juga bersedia mendekati teman-teman serta keluarga Anda dan menjalin hubungan yang dekat dengan mereka.
Jumat, 28 September 2012
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,

“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.
Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”

“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.
Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”
“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”
Langganan:
Postingan (Atom)




